Rabu, 28 Juli 2010

Komunikasi Politik Melalui Foto Caleg


Tanpa terasa, dalam waktu dekat ini seluruh rakyat Indonesia akan memasuki babak baru dalam pesta demokrasi yaitu menentukan kepemimpinan. Baik kepemimpinan DPR tingkat pusat, dan DPRD tingkat provinsi, kota dan kabupaten. Tahun 2008/2009 adalah waktu yang tepat, bagi mereka yang ingin terjun dalam dunia panggung politik. Karena di tahun 2009 ada beberapa agenda penting, yaitu pemilihan anggota legislatif/dewan dan pemilihan presiden/ wakil presiden.Tentunya momen ini tidak disiasiakan oleh sebagian orang untuk ikut ambil alih dalam pesta domokrasi ini. Ada beberapa hal yang harus ditempuh oleh seorang calon wakil rakyat, diantaranya harus menjadi anggota partai politik.

Partai politik menjadi pelabuhan terakhir bagi orang-orang yang ingin berlabuh dalam bidang politik. Selanjutnya bagi mereka yang ingin menjadi calon wakil rakyat, terlebih dahulu harus masuk kedalam daftar Caleg yang telah ditentukan oleh partai. Dan partaipun melakukan tahapan seleksi calon anggota legislatif, dari latar belakang pendidikan, kemampuan berorganisasi dan bidang keahlian, sehingga masyarakat tahu akan latar belakang calon. Sekarang ini partai selalu berfikir ulang terhadap orang-orang yang ingin menjadi Caleg. Karena partai ingin yang duduk di lembaga dewan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan dalam memajukan dan mengembangkan partai.

Partai akan memilih dan menilai mana-mana saja anggota yang layak menjadi Caleg. Biasanya partai akan memprioritaskan orang-orang yang loyal terhadap partai atau orang-orang yang memiliki pengaruh besar dan memiliki basis massa di masyarakat. seperti halnya tokoh masyarakat, agamawan, budayawan, pengusaha atau artis terkenal. Dan peluang tersebut telah dimanfaatkan oleh sebagian partai politik dengan memasukan nama-nama orang yang memiliki pengaruh besar di masyarakat. Daftar nama DCS (daftar calon sementara) telah diumumkan kepada khalayak luas. Dengan diumumkannya daftar nama-nama tersebut, secara otomatis mereka yang terdaftar langsung melakukan berbagai persiapan-persiapan. Baik persiapan mental dan persiapan materi. selain persiapan mental dan materi, seorang Caleg harus dibekali dengan kemampuan berkomunikasi yang baik. Sehingga untuk menunjang keberhasilan tersebut diperlukan suatu bentuk usaha yaitu KOMUNIKASI.

Komuniksi saja tidaklah cukup, supaya komunikasi itu berhasil dan mudah dipahami oleh massa, maka harus ditambah unsur seni. Seni bagaimana mengolah bentuk komunikasi verbal yang menarik supaya orang/massa mau menuruti apa yang diinginkannya. Dalam artian mau memilih pada pemilihan Caleg. Seni bersifat universal, dan seni dapat diaplikasikan kedalam berbagai bidang keilmuan termasuk komunikasi. Seni berkomunikasi adalah suatu bentuk penyampaian ide/gagasan, pesan-pesan yang menarik dari seorang komunikator kepada komunikan sehingga terjadi interaksi. Menurut Harnack & Fest, komunikasi adalah Proses interaksi antara orang untuk tujuan integrasi intrapersonal dan interpersonal. Sedangkan menurut Collin Cherry ” komunikasi Adalah Usaha untuk membuat satuan social dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda”.

Seni berkomunikasi dapat dilakukan berbagai hal, baik komunikasi secara langsung maupun tidak langsung. Komunikasi langsung, biasanya seseorang calon mendatangi ke suatu tempat/acara untuk berdialog langsung dengan masyarakat. sedangkan komunikasi tidak langsung, melalui berbagai bentuk media, baik media cetak maupun media elektronik. Seperti yang dikatakan Jalaluddin Rakhmat ” Jenis komunikasi yang ditunjukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen dan anonim melaui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat”. Ada lima langkah dalam penyusunan pesan, pertama; Attention (perhatian), Need (kebutuhan), Satisfaction (pemuasan), Visualization (visualisasi) dan Action (tindakan).

Komunikasi menjadi kata kunci keberhasilan Caleg dalam merancang suatu konsep dan strategi pemenangan yang jitu, karena dengan komunikasi yang baik diharapkan terjadi interaksi antara komunikator dengan komunikan. Namun komunikasi verbal saja tidaklah cukup, maka harus ditunjang dengan media. Pilihan berbagai media cetak dan media elektronik dapat digunakan. Media cetak seperti Surat kabar, baligho, poster, spanduk, dll. Dan untuk media elektronik dapat menggunakan Radio, televisi maupun internet. Dari sekian media yang ada, ternyata media cetak menjadi pilihan utama bagi sebagian Caleg dalam menajalin komunikasi massa, karena biayanya lebih murah, efesien dan efekftif ketimbang menggunakan media elektronik yang jauh lebih mahal.

Komunikasi dalam Foto Caleg

Maraknya foto-foto Caleg yang terpangpang diberbagai tempat dan wilayah selama ini, menandakan bahwa rencana pesta demokrasi di Indonesia akan segera dilaksanakan. Mereka berlomba-lomba meraih simpati massa, berupa janji-janji yang dikemas kedalam bentuk promosi media cetak. Media memiliki peran kunci sentral dalam menghantarkan seseorang untuk melenggang ke gedung dewan. Oleh karena itu siapun Calegnya haruslah bisa memahami tentang bagaimana melakukan promosi. Promosi Caleg merupakan bentuk komunikasi massa berupa pengenalan kepada khalayak tanpa mengenal batas. Untuk menghasilkan suatu bentuk promosi yang efektif haruslah ditunjang oleh media pendukung lainnya. Ada beberapa hal penting dalam pembuatan berbagai media untuk mendukung suatu promosi. Apakah akan menggunakan media gambar/lukis atau menggunakan media fotografi.

Bentuk komunikasi dengan menggunakani media fotografi merupakan salah satu media pilihan alternatif yang banyak digunakan dalam pembuatan suatu promosi atau iklan. Mengapa demikian! Karena dengan menggunakan media fotografi, orang atau massa akan lebih cepat mengenal bentuk, karakter sesungguhnya dari orang yang dipromosikan/diiklankan. Dan memudahkan orang dalam melihat, menilai dan mengapresiasi. Sehingga dalam hal persiapan pemilihan calon anggota legislatif, penggunaan media fotografi sangatlah cocok, bila dibandingkan dengan media gambar-gambar lainnya. melalui media fotografi dapat menampilkan karakter seseorang dengan jelas

Penggunaan unsur fotografi sebagai media seni berkomunikaasi dalam mendukung promosi seorang Caleg sekarang ini sudah banyak terpasang. Hampir disetiap wilayah di Indonesia, baik di kampung-kampung, di desa-desa, di kota-kota termasuk di gang-gang sempit pun sudah dihiasi oleh promosi foto-foto Caleg. Mereka rela melakukan semua ini demi meraih simpati dari masyarakat wilayah sekitar. Disadari atau tidak! Sesungguhnya mereka-meraka sedang melakukan pameran fotografi yang ditunjang dengan bahasa-bahasa verbal, berupa janji-janji yang tertulis baik melalui baligho, spanduk, poster, dll.

Upaya komunikasi yang telah dilakukan oleh para Caleg dengan menggunakan media fotografi sebenarnya sudah dilakukan, terbukti dengan maraknya tampilan-tampilan baligho, poster dan spanduk namun hanya sebatas Attention (perhatian), Need (kebutuhan) dan Visualization (visualisasi) belum sampai pada tahap Satisfaction (pemuasan) dan Action (tindakan). Semoga dengan jalinan komunkasi antara Caleg dengan calon pemilih dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dikemudian hari.

Daftar Pustaka

Rakmat, Jalaludin. 2005. Psikologi Komunikasi. PT. Rosdakarya. Bandung.

Mulyanta, Edi S., 2007. Teknik Modern Fotografi Digital. Yogyakarta: CV. Andi Offset.

Mulia, Kayus. 2008. Soedjai Kartasasmita di Belantara Fotografi Indonesia. Yogyakarta: BP ISI Yogyakarta & LPP Yogyakarta.

Soedjono, Soeprapto. 2007. Pot-Pourri Fotografi. Jakarta: Universitas Trisakti.

Ardianto, Elvinaro, dkk. 2007. Komunikasi Massa Suatu Pengantar. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Brata, Vincent Bayu Tapa. 2007. Tip Membuat Foto Indah & Menarik. Jakarta: Mediakita.

Mulyana, Deddy.2007. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Rosda Karya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar